Bismillahirrohmanirrohim… Sesungguhnya kehidupan masa kini tidak mendukung seseorang untuk istiqomah. Banyak ayah yang menghalangi anaknya dari berpegang kepada agama. Dia berpendapat bahwa berpegang kepada agama adalah sikap ekstrim dan terbelakang. Terkadang ibunya seperti itu. Masyarakat menganggapnya telah merubah agamanya. Terkadang seseorang suami menghalangi istrinya, dan sebaliknya. Orang yang mau membantu hanya sedikit. Sedangkan para pengacau (agama) banyak jumlahnya, semoga Allah tidak memperbanyak mereka. Karena itu, seseorang harus bersabar di atas kebaikan ini dan menggigitnya dengan gigi gerahamnya. Karena Rabb kita berfirman dalam kitab-Nya yang mulia; “Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk Surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan). Sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Kapankah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al-Baqarah : 214) Allah berfirman; “Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kalian, dan belum nyata orang yang sabar?” (Ali ‘Imran : 142) Semoga Allah menghilangkan kesedihan ini. Di masa kita ini terjadi banyak penyimpangan dan kelemahan (iman). Kita memohon kepada Allah agar mengokohkan kita di atas kebenaran, sampai kita berjumpa dengan-Nya. Demikian pula terjadi banyak kebid’ahan. Karena itu, hendaklah seseorang waspada darinya. Dan berkah (kebaikan) hanyalah terdapat dalam As-Sunnah, meskipun sedikit amalnya. Al-Imam Al-Barbahari berkata dalam Syarhus Sunnah (60): “Ketahuilah bahwa manusia tidaklah membuat suatu bid’ah kecuali mereka meninggalkan sunnah yang semisalnya. Maka waspadalah kalian dari perkara-perkara yang baru. Sesungguhnya setiap perkara yang baru (di dalam agama) adalah bid’ah. Setiap bid’ah adalah kesesatan. Dan setiap kesesatan dan pelakunya di dalam neraka.” Semoga Allah membalas kebaikan Ahlussunnah. Sungguh mereka telah menegakkan kewajiban mereka berupa mendorong manusia untuk mengikuti Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah, serta memperingatkan manusia dari kemaksiatan, kebid’ahan, dan perpecahan (hizbiyyah). Dakwah mereka sampai ke berbagai penjuru. Mereka ditakuti oleh musuh mereka dan musuh Allah berkat keutamaan mereka serta kemuliaan Allah. Mereka bukanlah orang-orang yang menyeru (manusia) untuk mengikuti diri mereka. Mereka hanyalah diri mereka dan selain mereka agar berpegang teguh dengan agama mereka yaitu Islam. “Hai orang-orang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian.” (Al-Baqarah :208). Allohua’lam… Disalin dari Kitab Nashihatiy Linnisaa’ (edisi Terjemahan Nasehatku Untuk Kaum Wanita) karya Ummu ‘Abdillah Al-Wadi’iyyah dalam Bab Berpegang dengan Al-Kitab dan As-Sunnah halaman 295-297).
Rainbow Dreams
Blogger Template from ThemeLib.com
Labels
- akhlak (1)
- belajar dan pembelajaran (2)
- bid'ah (1)
- cinta (1)
- dakwah (1)
- demo (1)
- dumay. nasehat (1)
- fiqih (5)
- firqoh (2)
- GEOMETRI DAN PENGUKURAN (1)
- haq (1)
- hidayah (2)
- ilmu syar'i (21)
- IMAN (1)
- keluarga (1)
- keterampilan berbahasa indonesia (3)
- KONSEP DASAR BAHASA INDONESIA (3)
- KONSEP DASAR IPA II (3)
- konsep dasar ips (3)
- manhaj (7)
- MATEMATIKA DASAR (1)
- media pembelajaran (1)
- Napak tilas islam (1)
- nasehat (13)
- nikah (5)
- nikmat (1)
- PEMBAHARUAN PENDIDIKAN (2)
- PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA (5)
- PEMBELAJARAN IPS SD (4)
- pendidikan (2)
- PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (1)
- PENDIDIKAN BERKARAKTER (1)
- pendidikan luar biasa (1)
- pengantar ilmu komunikasi (1)
- PENGANTAR PENDIDIKAN (1)
- perspektif global (2)
- profesi keguruan (1)
- puasa (1)
- rizqi (1)
- rpp (2)
- salafy (18)
- statistik dasar (1)
- STRATEGI PEMBELAJARAN (2)
- sunnah (2)
- TAKDIR (1)
- tauhid (2)
- tazkiyatun nafs (1)
- TELAAH KURIKULUM (1)
- teori bilangan (1)
Site Favorit
-
FATWA AL-LAJNAH AD-DAIMAH TENTANG MLM (MULTI LEVEL MARKETING)5 tahun yang lalu
-
-
-
DURI14 tahun yang lalu
-
-
-
-
Pengunjung
Ikatlah Ilmu dgn Menuliskannya
Ucapan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam kepada Fathimah: “Aku adalah sebaik-baik salaf (pendahulu) bagimu.” (HR. Muslim)
Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena di antara kalian yang hidup (setelah ini) akan menyaksikan banyaknya perselisihan. Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat “ (Riwayat Abu Daud dan Turmuzi, dia berkata : hasan shahih).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing.” (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berbahagialah orang yang asing itu (mereka adalah) orang-orang baik yang berada di tengah orang-orang yang jahat. Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada orang yang mengikuti mereka.” (Shahih, HR. Ahmad)
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Adapun kalian pada hari kiamat dalam bandingan seluruh manusia adalah seperti selembar bulu putih pada kulit sapi yang berwarna hitam, atau beliau mengatakan, "seperti bulu hitam pada kulit sapi yang berwarna putih." (HR Ahmad 10854)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seseorang itu menurut agama teman dekat/sahabatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat/berteman.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 927)
Ali bin Thalib radiyallahu ‘anhu berkata, ”Lihatlah dari mana kamu mengambil ilmu karena ilmu adalah agama.” (At Tankil, Al Khatib Al Baghdadi, hal. 121).
Muhammad bin Sirin mengatakan: “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.” Beliau juga berkata: “Dahulu orang-orang tidak bertanya tentang sanad (rangkaian para rawi yang meriwayatkan) hadits, maka tatkala terjadi fitnah mereka mengatakan: sebutkan kepada kami sanad kalian, sehingga mereka melihat kepada Ahlussunnah lalu mereka menerima haditsnya dan melihat kepada ahlul bid’ah lalu menolak haditsnya.” (Riwayat Muslim dalam Muqaddimah Shahih-nya)
Al Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan : Ikutilah Jalan-Jalan Petunjuk! Dan tidak akan membahayakanmu meskipun sedikit orang yang menempuh jalan itu. Sebaliknya, Jauhilah Jalan-Jalan Kesesatan! Janganlah tertipu dengan banyaknya orang-orang celaka didalamnya." (Al-I'tishom, 112)
Mari Budayakan Salam!!
My Facebook
RADIO SYIAR SUNNAH
Blog Roll
Followers
Tentang Blog Ini
Archives
-
▼
2011
(98)
-
▼
Juli
(37)
- Ya Allah, Bantu Kami Menjinakkan Rasa Itu...
- NASEHAT SYAIKH KHALID BIN DHAHAWI AZH-ZHAFIRI HAFI...
- SETITIK OASE UNTUKMU WAHAI PENUNTUT ILMU...
- Berkelana Mencari Hidayah, Ada yang Menemukan dan ...
- ETIKA MEMBERI NAMA ANAK DALAM ISLAM
- Ilmu, Mutiara Berharga Bagi Seorang Muslim
- AMIN, AMIIN, AAMIN, ATAU AAMIIN?
- Salafy Bukan Wahaby...Ini bantahannya
- Arti Sebuah Cinta
- Haramnya Seseorang Mengaku Nasab Dari Seseorang Ya...
- MIMPI DI TIDURMU ITU...
- Masih SUKA dengerin MUSIK??? Renungkan Kisah Peman...
- Musuh-musuh Dakwah Tauhid
- Surat dari Istri Untuk para Suami
- TENTANG SALAF
- Ringkasan Sifat Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wa...
- Ketika Nasehat Dianggap Celaan
- Jalan Kebenaran Hanya Satu
- Ciri-Ciri Ulama
- Fitnah Antara Dua Insan
- Siapa Pemersatu dan Siapa Pemecah?
- Salafy Merasa Benar Sendiri?
- Bukan Hizbi atau Partai
- Sebelum Anda Melangkah
- ISLAM TELAH SEMPURNA
- 6 (ENAM) SYARAT SEBUAH IBADAH DIKATAKAN SESUAI SUNNAH
- JALAN SALAF JAMINAN KEBENARAN
- SIAPAKAH AHLUS SUNNAH?
- SEANDAINYA PARA MUSLIMAH YANG BERDEMO ITU TAHU...
- Demikianlah Aku Memahami Hidup...
- Nasehat Ulama dalam Menyambut Bulan Ramadhan
- Mengatasi Kesulitan Rizqi
- Sekedar Mengingatkan, “ Jangan Lupa Persiapkan Ilmu"
- Tauhid, Yang Pertama dan Utama
- KEMBALI KEPADA ULAMA YANG MEMILIKI ILMU YANG KOKOH...
- PERNIKAHAN MENURUT ISLAM DARI MENGENAL CALON HINGG...
- BERKENALAN DENGAN SALAF
-
▼
Juli
(37)
2008 - PENUNTUT ILMU
Designed by Theme Lab
Coded by XHTML Valid
Converted to Blogger Template by ThemeLib


0 komentar:
Posting Komentar