BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita akan memerlukan yang namanya pengukuran sebagai patokan agar tidak melenceng antara yang satu dan yang lainnya. Pengukuran adalah membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang dianggap sebagai patokan. Paradigma ukuran antara satu orang dengan orang yang lain itu berbeda, sehingga karena itulah diperlukan suatu sistem baku sebagai standar yang digunakan untuk menyamakan perbedaan itu yang dikenal dengan satuan internasional yang bersifat umum. Misalnya dalam suatu masyarakat ditemukan satuan panjang seperti jengkal, depa, hasta. Kita ketahui bahwa satu jengkal orang dewasa berbeda dengan satu jengkal anak-anak, sehingga dalam satuan internasional berupa sentimeterlah yang dibakukan untuk mengukur panjang. Untuk memperoleh pemahaman mengenai pengukuran terutama pengukuran berat yang cukup memadai, melalui makalah ini akan dibahas tentang pengukuran berat dan penjelasan-penjelasannya. Setelah mempelajari meteri ini, hendaknya dapat terus berlatih sampai memiliki kemampuan untuk memahami dan mengaplikasikan tentang pengukuran berat ke dalam kehidupan sehari-hari. Karena kenyataannya bahwa pengukuran berat diperlukan untuk berbagai keperluan sehari-hari. 1.2 Rumusan Masalah Adapun Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain sebagai berikut: 1. Apa yang dimaksud dengan pengukuran berat? 2. Apa yang dimaksud dengan satuan? 3. Bagaimana satuan dalam berat? 4. Bagaimana contoh dalam kehidupan sehari-hari? 1.3 Tujuan Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut: BAB II PEMBAHASAN A. DEFINISI PENGUKURAN BERAT DAN SATUAN Sifat-sifat dari suatu benda atau kejadian yang kita ukur dan dapat dinyatakan dengan angka. Hal itulah yang dinamakan dengan besaran. Misalnya satuan berat. Sedangkan satuan adalah segala sesuatu yang menunjukkan banyaknya hasil pengukuran yang diperoleh. Misalnya satuan berat adalah gram. Karena dalam tiap wilayah itu berbeda situasi dan geografis serta perilaku masyarakatnya maka diperlukanlah suatu sistem baku dalam pengukuran agar bisa sama. Pengukuran adalah proses pembandingan nilai besaran yang belum diketahui dengan nilai standar yang sudah ditetapkan. Sistem pengukuran yang baku telah ditetapkan oleh SI (Systeme International d’Unites) yang diusulkan oleh General Conference on Weights and Measures of International Academy of Science yang dipakai oleh seluruh dunia. Pengukuran berat adalah membandingkan sesuatu massa benda (berat) dengan nilai standar yang telah ditetapkan. Dalam ilmu fisika massa dan berat adalah sesuatu yang berbeda. Massa adalah sebuah benda merupakan banyaknya zat yang terkandung di dalam benda tersebut. Sedangkan berat adalah besarnya gaya yang dialami oleh benda akibat gara tarik bumi (gravitasi) pada benda tersebut. Untuk keperluan sehari-hari pencampuradukkan antara berat dan massa tidak menjadi masalah. Hanya saja dalam bidang eksak hal ini mesti dibedakan. B. SATUAN PENGUKURAN BERAT Satuan massa dalam sistem satuan SI adalah kilogram. Sebagai standar untuk kilogram dibuatlah kilogram standar, yaitu sebuah silinder logam yang dibuat dari platina-iridium dengan berdiameter dan tinggi yang sama yaitu 39 mm yang disimpan di Lembaga Berat dan Pengukuran Internasional di kota Sevres (Perancis) sejak tahun 1901. Pada awalnya, satu kilogram sama dengan massa 1000cm3 air murni pada suhu di mana kerapatan maksimum, yaitu 4º C. Namun, kesalahan terjadi karena ternyata satu kilogram yang tepat adalah 1000,028 cm3 air. Alat pengukuran berat bisa menggunakan neraca atau timbangan. Alat pengukur berat Satuan-satuan dalam pengukuran berat dan klasifikasinya adalah, Keterangan: kg : Kilogram hg : Hektogram dag : dekagram g : gram dg : desigram cg : centigram mg : miligram Satuan-satuan berat yang lain: 1 ton = 1000 kg 1 kwintal = 100 kg 1 kg = 2 pon 1 pon = 5 ons 1 ons = 5 hg 1 CWT (Hundredweight) = 50,802 kg 1 dram (dr) = 1,77 gr 1 grain = 64,8 mg 1 metro ton = 1.000 kg 1 ounce (oz) = 28,35 kg 1 pikul = 61,76 kg 1 quarter = 12,70 kg 1 stone = 6,35 kg 1 short ton = 0,907185 metrik ton. C. CONTOH-CONTOH SOAL - Setiap naik 1 tangga dibagi 10 ; 2 tangga dibagi 100 ; 3 tangga dibagi 1000 dst Contoh : 100 mg = …..g (mg ke g naik 3 tangga sehingga dibagi 1000) 1000 1000 1000 g = …..hg (g ke hg naik 2 tangga sehingga dibagi 100) 100 100 - Setiap turun 1 tangga dikali 10 ; 2 tangga dikali 100 ; 3 tangga dikali 1000 dst Contoh : 1 g = ……mg (g ke mg turun 3 tangga sehingga dikali 1000) = 1 x 1000 mg = 1000 mg 1 kg = ….mg ( kg ke mg turun 6 tangga sehingga dikali 1000.000) = 1 x 1000.000 mg = 1000.000 mg - contoh : 10 kg + 50 g = …..g Jawab: Satuan harus disamakan terlebih dahulu : 10 kg = …..g (turun 3 tangga sehingga dikali 1000) = 10 x 1000 g = 10.000 g 10 kg + 50 g = 10.000 g + 50 g = 10.050 g BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Pengukuran adalah membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang dianggap sebagai patokan. Sedangkan berat adalah sebuah benda merupakan banyaknya zat yang terkandung di dalam benda tersebut. Pengukuran berat adalah membandingkan sesuatu massa benda (berat) dengan nilai standar yang telah ditetapkan. Alat pengukur berat adalah neraca atau timbangan. Satuan berat adalah kilogram. B. SARAN Adapun saran yang kami berikan adalah agar semua elemen bisa teliti dalam pengukuran. Sehingga daya kritis bisa dibuktikan melalui pengukuran. Dan hendaklah memakai satuan internasional agar bisa dipahami semua orang. DAFTAR PUSTAKA Foster, Bob. 2004. Terpadu Fisika SMA Jilid 1A Kelas X. Jakarta: Erlangga Umar, Efrizon. 2007. Fisika dan Kecakapan Hidup. Jakarta: Ganeca Exact Sugiarto, Joko dkk. 2003. Terampil Berhitung. Jakarta: Erlangga. Farida, Tatik. 2007. Rahasia Matematika. Surabaya: Anugerah. Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap
![]()
= 100 x 1 = 100 = 0,1 g![]()
= 1000 x 1 = 1000 = 10 hg
Rainbow Dreams
Blogger Template from ThemeLib.com
Labels
- akhlak (1)
- belajar dan pembelajaran (2)
- bid'ah (1)
- cinta (1)
- dakwah (1)
- demo (1)
- dumay. nasehat (1)
- fiqih (5)
- firqoh (2)
- GEOMETRI DAN PENGUKURAN (1)
- haq (1)
- hidayah (2)
- ilmu syar'i (21)
- IMAN (1)
- keluarga (1)
- keterampilan berbahasa indonesia (3)
- KONSEP DASAR BAHASA INDONESIA (3)
- KONSEP DASAR IPA II (3)
- konsep dasar ips (3)
- manhaj (7)
- MATEMATIKA DASAR (1)
- media pembelajaran (1)
- Napak tilas islam (1)
- nasehat (13)
- nikah (5)
- nikmat (1)
- PEMBAHARUAN PENDIDIKAN (2)
- PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA (5)
- PEMBELAJARAN IPS SD (4)
- pendidikan (2)
- PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (1)
- PENDIDIKAN BERKARAKTER (1)
- pendidikan luar biasa (1)
- pengantar ilmu komunikasi (1)
- PENGANTAR PENDIDIKAN (1)
- perspektif global (2)
- profesi keguruan (1)
- puasa (1)
- rizqi (1)
- rpp (2)
- salafy (18)
- statistik dasar (1)
- STRATEGI PEMBELAJARAN (2)
- sunnah (2)
- TAKDIR (1)
- tauhid (2)
- tazkiyatun nafs (1)
- TELAAH KURIKULUM (1)
- teori bilangan (1)
Site Favorit
-
FATWA AL-LAJNAH AD-DAIMAH TENTANG MLM (MULTI LEVEL MARKETING)5 tahun yang lalu
-
-
-
DURI14 tahun yang lalu
-
-
-
-
Pengunjung
Ikatlah Ilmu dgn Menuliskannya
Ucapan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam kepada Fathimah: “Aku adalah sebaik-baik salaf (pendahulu) bagimu.” (HR. Muslim)
Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena di antara kalian yang hidup (setelah ini) akan menyaksikan banyaknya perselisihan. Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat “ (Riwayat Abu Daud dan Turmuzi, dia berkata : hasan shahih).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing.” (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berbahagialah orang yang asing itu (mereka adalah) orang-orang baik yang berada di tengah orang-orang yang jahat. Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada orang yang mengikuti mereka.” (Shahih, HR. Ahmad)
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Adapun kalian pada hari kiamat dalam bandingan seluruh manusia adalah seperti selembar bulu putih pada kulit sapi yang berwarna hitam, atau beliau mengatakan, "seperti bulu hitam pada kulit sapi yang berwarna putih." (HR Ahmad 10854)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seseorang itu menurut agama teman dekat/sahabatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat/berteman.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 927)
Ali bin Thalib radiyallahu ‘anhu berkata, ”Lihatlah dari mana kamu mengambil ilmu karena ilmu adalah agama.” (At Tankil, Al Khatib Al Baghdadi, hal. 121).
Muhammad bin Sirin mengatakan: “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.” Beliau juga berkata: “Dahulu orang-orang tidak bertanya tentang sanad (rangkaian para rawi yang meriwayatkan) hadits, maka tatkala terjadi fitnah mereka mengatakan: sebutkan kepada kami sanad kalian, sehingga mereka melihat kepada Ahlussunnah lalu mereka menerima haditsnya dan melihat kepada ahlul bid’ah lalu menolak haditsnya.” (Riwayat Muslim dalam Muqaddimah Shahih-nya)
Al Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan : Ikutilah Jalan-Jalan Petunjuk! Dan tidak akan membahayakanmu meskipun sedikit orang yang menempuh jalan itu. Sebaliknya, Jauhilah Jalan-Jalan Kesesatan! Janganlah tertipu dengan banyaknya orang-orang celaka didalamnya." (Al-I'tishom, 112)
Mari Budayakan Salam!!
My Facebook
RADIO SYIAR SUNNAH
Blog Roll
Followers
Tentang Blog Ini
Archives
-
▼
2011
(98)
-
▼
April
(43)
- Isu – isu Global dalam Pembelajaran IPS SD
- PENILAIAN PENGAJARAN MEMBACA DI SEKOLAH DASAR
- Model NHT dan Think Pair Share
- MENGANALISIS MAKANAN SEHAT
- Istilah-istilah Statistika
- SISTEM TRANSPORTASI MANUSIA
- Pengertian dan karakteristik Inovasi Pendidikan
- Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Di Kelas Re...
- PARAGRAF DESKRIPSI
- METODE PEMBELAJARN IPS
- Macam-macam Evaluasi
- Pembelajaran Kelas Rangkap
- ISU-ISU GLOBAL DALAM PEMBELAJARAN IPS SD
- MEDIA DAN KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR
- URUTAN BILANGAN BULAT
- CARA MEMBUAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
- PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA
- PENGELOLAAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH
- Pengertian dan Manfaat Keterampilan Berbahasa
- hakikat bimbingan konseling
- LAPORAN STUDI KASUS ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
- PENTINGNYA KESADARAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL
- SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
- KEBUDAYAAN-KEBUDAYAAN DI BENGKULU
- PENDIDIKAN
- ALIRAN JABARIYAH DAN QODARIYAH
- MODEL GI DAN CIRC DALAM IPS
- METODE DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS T...
- DASAR – DASAR STRATEGI PEMBELAJARAN
- STATISTIKA SATU
- LAPORAN HASIL PENGAMATAN FOTOSINTESIS
- KEMAMPUAN LANJUTAN DALAM BERBICARA
- PENTINGNYA LANDASAN FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN BAGI ...
- INDIVIDU DAN MASYARAKAT
- MATERI DAN PEMBELAJARAN IPS SD
- SATUAN BERAT
- CONTOH PUISI
- WACANA ATAU KARANGAN
- Tata Kata Bahasa Indonesia
- TEORI BELAJAR BEHAVIOURISTIK
- INTELEGENSI MANUSIA
- MOTIVASI BELAJAR
- TEORI KOGNITIF
-
▼
April
(43)
2008 - PENUNTUT ILMU
Designed by Theme Lab
Coded by XHTML Valid
Converted to Blogger Template by ThemeLib


2 komentar:
Gambarnya apa tidak salah, setiap naik 1 tingkat di bagi 10 bukan 100
maaf, kesalahan teknis..
terimakasih atas koreksinya..
Posting Komentar